
Samarinda – Perhotelan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kini mengandalkan kegiatan personal (personal event) dan swasta seperti pernikahan, ulang tahun hingga pertunjukan produk untuk mendongkrak bisnis di tengah berkurangnya agenda dari instansi pemerintah.
“Strategi ini menjadi penopang utama untuk menjaga tingkat hunian kamar dan penggunaan ruang pertemuan (MICE),” kata Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Wied Paramartha, di Samarinda, Rabu.
Dia optimistis adanya peningkatan tingkat hunian maupun ruang pertemuan pada semester kedua tahun ini. Menurutnya, pemulihan mulai terasa seiring kelonggaran kegiatan dari sejumlah kementerian dan lembaga pemerintahan di hotel.
Wied mencontohkan, pada semester pertama 2025, beberapa hotel mengalami penurunan okupansi sekitar 30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Namun, hotel yang menyasar segmen individu tidak mengalami penurunan signifikan.
Untuk itu, pihaknya terus memperkuat kerja sama dengan mitra pariwisata serta menonjolkan keunggulan unik hotel, seperti penyajian welcome drink khas.
Secara terpisah, Director of Sales Mercure Ibis Samarinda Astried Page Oroh membenarkan pergeseran fokus tersebut.
Ia mengungkapkan, okupansi hotelnya turun sekitar 10 persen dari 90 persen menjadi 80 persen. Penurunan lebih signifikan dirasakan pada penggunaan ruang pertemuan yang sebelumnya banyak diisi oleh kegiatan pemerintah.
“Untuk menyiasatinya, kami tidak lagi terlalu berpaku pada pemerintah, tetapi lebih menggenjot promosi paket pernikahan dan ulang tahun. Jadi, segmen agenda individual yang kami perkuat,” jelas Astried.
Selain itu, strategi lain yang diterapkan adalah menyasar segmen keluarga untuk staycation, terutama wisatawan dari kota-kota penyangga seperti Bontang, Tenggarong, dan Sangatta, melalui promo akhir pekan.
Pihak hotel juga gencar memanfaatkan potensi lokal dengan menggandeng Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya dengan memajang produk Kopi Kapak Prabu di lobi hotel.
Lokasi hotel yang berdekatan dengan pusat wisata dan oleh-oleh Citra Niaga juga menjadi nilai tambah yang ditawarkan kepada tamu.
“Kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan agen perjalanan untuk membuat paket wisata terintegrasi, seperti susur Sungai Mahakam dan kunjungan ke Desa Budaya Pampang,” tambah Astried. (Fan)