
SAMARINDA – Sampah rumah tangga tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Hal itu menjadi fokus pelatihan pengolahan sampah organik yang digelar Bank Sampah Cempaka RT 37 bersama dosen Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan (TPTP) Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Praktis Kompos Padat dan Cair Bernilai Ekonomi tersebut berlangsung di Balai Warga RT 37, Perum Bumi Prestasi Kencana, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.
Dosen Prodi TPTP Politani Samarinda, Haryatie Sarie, S.P., M.P., hadir sebagai narasumber. Dalam pelatihan itu, warga dan pengurus Bank Sampah Cempaka mendapatkan pengetahuan praktis mengenai pemilahan dan pengolahan sampah organik rumah tangga.
Haryatie memberikan panduan teknis mengolah sisa bahan organik menjadi kompos padat dan pupuk organik cair (POC). Pengolahan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman maupun dikembangkan menjadi sumber nilai ekonomi.
Menurut Haryatie, keterlibatan akademisi dalam persoalan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen, kata dia, tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan di ruang kuliah, tetapi juga perlu hadir memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dosen dan akademisi memiliki tanggung jawab moral untuk turun langsung membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat, khususnya masalah pengelolaan sampah rumah tangga. Ini adalah bukti nyata bahwa keberadaan kampus memberikan dampak positif serta manfaat langsung yang dirasakan oleh warga,” tegas Haryatie.
Pengurus Bank Sampah Cempaka RT 37 menyambut baik kegiatan tersebut. Pelatihan diharapkan memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengolah sampah organik.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengolahan sampah organik, sehingga dapat mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan,” ungkap pihak Bank Sampah Cempaka.
Kolaborasi antara Bank Sampah Cempaka dan akademisi Politani Samarinda tersebut diharapkan dapat mendorong warga RT 37 semakin mandiri dalam mengelola sampah organik, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang bersih dan produktif. (*/rls/rich)
![]()