Dinas ESDM Kaltim sambut baik lahan pasca tambang dijadikan hutan penelitian

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim, Christianus Benny saat diwawancarai awak media (Foto: Ahmad)

 

Samarinda- Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltim, Christianus Benny menyambut baik rencana  Ikatan Alumni Fakultas Kehutanan (IKA Fahutan) Universitas Mulawarman menjadikan lahan pasca tambang sebagai  hutan penelitian.

 

“IKA Fahutan Unmul  pertengahan Februari lalu menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Kaltim terkait  lahan pasca tambang dipergunakan  untuk  hutan  penelitian,” kata Christianus Benny di Samarinda, Jumat.

 

Ia mengatakan, beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia sudah ada yang lebih dulu, menjadikan lahan pasca tambang menjadi hutan penelitian, apalagi rencana IKA Fahutan tersebut sudah ada sejak 2010 lalu.

 

“Artinya ini niat baik untuk memanfaatkan lahan pasca tambang yang ada. Dan mencontoh kepada universitas yang lain, seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, mereka ada semua. Sedangkan Kaltim apalagi menjelang IKN  sampai sekarang belum ada, bahkan informasinya sudah dirintis sejak tahun 2010,” tuturnya.

 

Namun melihat dari rencana awal, lanjut Benny, harus dilakukan perubahan konsep, bukan menjadi kepemilikan lahan, tetapi dalam bentuk kerjasama.

 

Menurutnya, kalau bentuknya kerjasama itu lebih soft,  dan hal ini sudah di sampaikan kepada pemilik izin lahan, dan sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan seperti  PT Singlurus Pratama, yang bekerja sama dengan Kementerian, pihak Korea, artinya saling mendukung.

 

Apalagi kata Benny dengan adanya kerjasama, dapat menambah nilai Proper atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995, yakni untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungan.

 

“Saya ambil contoh itu seperti Jembayan Muarabara (JMB), itu kemarin meningkat nilai Propernya menjadi B kalau tidak salah, karena dia ada nilai tambah di konservasi hutan hayati sekitar 100 hektar, dan saya sudah pernah kesana, itu hampir 100 persen sudah di konservasi,” kata Benny.

 

Pewarta: Ahmad

Editor    : Rhd

Sudah dilihat sebanyak 203 kali, Hari ini saja 2 kali

YANG MENARIK LAINNYA:

Education Template