BPBD Mahulu serahkan bantuan kepada korban kebakaran

Wakil Bupati Mahulu Yohanes Avun menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran (foto: Diskominfostandi)

Mahulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan bantuan sembako bagi korban  kebakaran di Kampung Long Pakaq Baru RT. 03, Kecamatan Long Pahangai yang terjadi pada Jumat (03/11) dini hari.

Penyerahan bantuan diberikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup Mahulu) Drs. Yohanes Avun, baru baru ini kepada korban bencana kebakaran berupa sembako, peralatan mandi, obat-obatan, pakaian layak pakai dan peralatan tidur (selimut, sarung dan tikar).

“Kami  turut prihatin terhadap bencana kebakaran yang telah menimpa keluarga dari bapak Imam Solichin dan telah kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” kata Wabup Mahulu Yohanes Avun.

Ia mengatakan nanti  juga akan ada bantuan dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2PA) sebesar 25 juta untuk membantu membangun rumah korban kebakaran.

Dia mengimbau kepada masyarakat terutama di wilayah Mahulu yang mayoritas bangunan rumahnya terbuat dari kayu, agar selalu memperhatikan keadaan rumah dan mematikan lampu ataupun kayu api saat ingin berpergian maupun sebelum tidur.

“Dari kejadian ini kami mengimbau kepada masyarakat supaya selalu waspada terutama dengan kayu api. Karena di Mahulu terutama di kampung-kampung, rata-rata rumahnya berbahan kayu. Oleh sebab itu kewaspadaan kita harus tinggi sebelum meninggalkan rumah atau sebelum tidur,” jelasnya.

Selain itu juga ia mengimbau kepada pengurus kampung yaitu petinggi dalam membangun rumah baru supaya bisa berkoordinasi dengan pengurus kampung agar bisa menata dengan baik jarak antar rumah dan bisa juga dibuatkan peraturan kampung (perkam).

Menurutnya  dalam membangun rumah harus diberikan jarak antar rumah, karena selain bangunan tertata dengan bagus bisa juga mencegah terjadi kebakaran yang meluas.

“Kita lihat contoh yang ini karena penataannya jauh, seandainya berdekatan mungkin akan ada banyak korban. Artinya karena ini kampung baru penataannya akan lebih mudah,” ujarnya.

Yohanes Avun  meminta kepada petinggi terutama di wilayah Mahulu yang bangunan rumahnya masih banyak terbuat dari kayu supaya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBK), bisa melakukan pengadaan alat pompa alkon untuk setiap RT.

Dia berharap disaat terjadi musibah kebakaran alat tersebut bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran.

“Kita imbau  kepada petinggi melalui APBK kampung mungkin bisa mengadakan alkon untuk setiap RT. Karena kalau kita gunakan  mobil pemadam akan sulit, dan yang paling mudah itu adalah menggunakan alkon yang disiapkan untuk setiap RT,” katanya (Adv)

Sudah dilihat sebanyak 685 kali, Hari ini saja 2 kali