Kaltim komitmen jalankan Merdeka Belajar

Pi Gubernur Kaltim Akmal Malik saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasioanal di halaman Kantor Gubernur (Foto: Diskominfo Kaltim).

Samarinda – Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Akmal Malik menegaskan Merdeka Belajar akan terus dilanjutkan dan Pemprov Kaltim akan terus berkomitmen menjalankan program pendidikan nasional tersebut.

“Seperti arahan Pak Menteri tadi, Kalimantan Timur akan komit melanjutkan karena dalam lima tahun ini cukup banyak perubahan, fasilitas dalam kurikulum, siswa lebih merdeka, guru-guru juga lebih kreatif,” kata Akmal Malik pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Kamis.

Dengan program Merdeka Belajar, Akmal berharap ke depan para guru, dosen, siswa dan mahasiswa akan lebih kreatif menciptakan inovasi-inovasi baru,

Sedikit hal yang masih menjadi kendala, kata Akmal, adalah persoalan mindset atau pola pikir. Sebab tidak semua orang menerima proses ini.

Lima tahun dalam kepemimpinan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim adalah waktu yang tidak panjang. Sebab itu perlu proses.

“Kita sudah memulai prosesnya, sudahlah tidak usah ganti-ganti lagi biar siswa-siswa kita juga tidak bingung,” tegas Akmal.

“Inti dari pendidikan itu adalah merdeka melakukan gagasan dan berinovasi sehingga kita betul-betul bisa menjadi bangsa yang merdeka dan berpendidikan,” jelasnya.

Sementara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pj Gubernur Akmal Malik mengakui bukan hal yang mudah untuk melakukan transformasi sebuah sistem yang sangat besar. Bukan pula menjadi tugas sederhana untuk mengubah perspektif tentang proses pembelajaran.

“Pada awal perjalanan, kita sadar bahwa membuat perubahan butuh perjuangan. Rasa tidak nyaman menyertai setiap langkah menuju perbaikan dan kemajuan,” kata Nadiem dalam sambutan tertulisnya.

Bahkan saat langkah menuju perubahan itu mulai serempak, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya yakni pandemi COVID-19. Sisi positifnya, pandemi mengajarkan kembali pentingnya gotong royong untuk pulih dan mengakselerasi perubahan dengan teknologi informasi.

“Ombak kencang dan karang tinggi sudah kita lewati bersama. Kini kita mulai merasakan perubahan di sekitar kita. Digerakkan serempak dan serentak. Wajah baru pendidikan dan kebudayaan Indonesia sedang kita bangun bersama dengan gerakan Merdeka Belajar,” tegas Menteri Nadiem. (*)

Sudah dilihat sebanyak 2,289 kali, Hari ini saja 4 kali