
SAMARINDA. Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mengumumkan penghentian sementara aliran air bersih di beberapa wilayah hulu kota. Langkah besar ini diambil demi melakukan perawatan total dan peningkatan kualitas jaringan pipa. Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Humas Perumda Tirta Kencana, proses pengerjaan teknis di lapangan dijadwalkan mulai pukul 10.00 Wita dengan estimasi waktu penyelesaian serta pemulihan jaringan selama 24 jam.
Sesuai dengan data pemetaan, wilayah yang akan mengalami penghentian air total meliputi sebagian Jalan Damanhuri, Gang Melati, Gang Indah, Gang Ogok, Jalan Kenangan 6-9, Jalan Perintis, Jalan Gerilya Solong, Jalan Bhineka, Perumahan Borneo Mukti 2, Perumahan Riam, dan area di sekitarnya.
Juru bicara Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik, memberikan rincian agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai situasi di lapangan. “Mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, tim teknis kami sengaja menggabungkan dua pekerjaan besar sekaligus supaya aliran air tidak perlu dimatikan berulang kali. Pertama, kami menghubungkan pompa penguat (booster) Damanhuri yang baru ke sistem jaringan. Kedua, kami memperbaiki pipa penyeberangan jalan di area Jalan Damanhuri dan Gang Ogok,” jelas Taufik.
Menurut Taufik, pipa di bawah kawasan tersebut sudah mulai rapuh karena terus-menerus menahan tekanan air yang naik-turun selama beberapa tahun terakhir. Penyambungan pompa baru ini sangat mendesak dilakukan untuk menyatukan daya dorong air, sehingga ke depannya aliran air yang mengalir ke rumah warga bisa jauh lebih kuat dan lancar merata.
Kehilangan akses air bersih selama 24 jam jelas menjadi tantangan berat bagi aktivitas harian warga yang terdampak. Namun, jika melihat gambaran besarnya, keputusan ini memiliki makna yang jauh lebih krusial bagi masa depan tata kelola air bersih di Samarinda.
Langkah ini menandai perubahan cara kerja dari yang tadinya reaktif (baru bergerak setelah rusak) menjadi preventif (mencegah sebelum rusak). Penghentian aliran air yang direncanakan jauh lebih aman dan bertanggung jawab, ketimbang membiarkan infrastruktur kota berjalan tanpa perawatan hingga akhirnya jebol mendadak dan memicu kelumpuhan total yang jauh lebih merugikan masyarakat.
“Jika penyambungan pompa baru dan perbaikan pipa rapuh ini tidak kami lakukan sekarang, ketidakseimbangan tekanan di dalam jaringan pipa lama akan memicu pecahnya pipa utama di bawah jalan raya secara mendadak. Skenario terburuknya, jika pipa pecah tiba-tiba, jalan raya bisa ambles, terjadi banjir lumpur, dan perbaikannya bisa memakan waktu berminggu-minggu. Jika itu terjadi, warga justru akan mengalami krisis air dalam waktu yang sangat lama tanpa persiapan sama sekali,” tutur Taufik lebih lanjut.
Oleh karena itu, menghentikan aliran air selama satu hari secara terencana jauh lebih baik. Hal ini memberi kesempatan bagi warga untuk menampung air terlebih dahulu sebelum pengerjaan dimulai. Begitu proyek interkoneksi pompa booster ini selesai, pasokan air ke wilayah dataran tinggi atau area yang berada di ujung jaringan pipa akan mengalir lebih stabil dan tidak kecil lagi.
Pihak Perumda Tirta Kencana mengimbau warga di seluruh area terdampak untuk menghemat penggunaan air yang telah ditampung. Manajemen juga mengingatkan bahwa setelah pekerjaan fisik selesai dalam waktu 24 jam, pipa yang kosong memerlukan waktu beberapa jam untuk terisi penuh kembali hingga tekanan air benar-benar normal sampai ke dapur dan kamar mandi rumah warga. (*/ri/rich)
![]()