Optimalisasi Infrastruktur, Picu Gangguan Pasokan Air di Belasan Wilayah

RAWAT. Pemeliharaan pada instalasi 5 IPA Tirta Kencana diperkirakan berlangsung selama 12 jam.

SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda mengumumkan rencana penurunan debit hingga penghentian sementara pasokan air bersih pada Rabu (17/6). Langkah ini diambil guna melaksanakan pengerjaan teknis intensif di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tirta Kencana.

Berdasarkan data teknis lapangan, Perumda Tirta Kencana dijadwalkan melakukan pekerjaan pengukuran dan pengecekan komprehensif sebagai bagian dari persiapan pemeliharaan pada Instalasi 5. Kegiatan ini diestimasi memerlukan waktu sekitar 12 jam, dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.

Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Taufik, menjelaskan bahwa interupsi layanan ini tidak dapat dihindari demi memastikan akurasi intervensi teknis di lapangan. “Proses pengukuran dan verifikasi komponen pada Instalasi 5 membutuhkan kondisi debit air yang dikurangi secara signifikan atau dihentikan sementara pada beberapa titik jaringan distribusi,” ujar Taufik dalam keterangan resminya.

Wilayah yang dipastikan mengalami dampak gangguan pelayanan ini mencakup kawasan padat penduduk dan pusat kegiatan ekonomi, di antaranya Kelurahan Jawa, Sidodadi, Dadi Mulya, Bugis, Pasar Pagi, Pelabuhan, Karang Mumus, Sei Pinang Luar, Sei Pinang Dalam, Pelita, Sidomulyo, serta Kelurahan Sidodamai dan sekitarnya.

Pemeliharaan preventif ini merupakan indikator penting dari manajemen aset infrastruktur kota yang modern. Di satu sisi, bagi manajemen kota, langkah proaktif ini berarti investasi jangka panjang guna menekan risiko kerusakan sistemik atau kerusakan total yang jauh lebih merugikan di masa mendatang. Dengan mendeteksi potensi keausan material lebih dini, keandalan distribusi air bersih Samarinda dapat dijamin untuk jangka panjang.

Namun, di sisi lain, bagi masyarakat umum dan pelaku usaha, interupsi selama 12 jam ini berarti urgensi untuk melakukan mitigasi secara cepat. Penurunan debit air secara mendadak berpotensi mengganggu stabilitas operasional harian rumah tangga serta sektor usaha mikro di belasan kelurahan tersebut. Proses pemulihan tekanan air pasca-pengerjaan biasanya membutuhkan waktu bertahap, sehingga dampak tidak langsung bisa dirasakan sedikit lebih lama dari estimasi waktu pengerjaan.

Pihak Perumda Tirta Kencana mengimbau seluruh pelanggan di kawasan terdampak untuk segera menampung air bersih secukupnya sebelum batas waktu pengerjaan dimulai. Manajemen juga memastikan layanan pengaduan dan informasi akan tetap disiagakan sepanjang proses pemeliharaan berlangsung untuk merespons kebutuhan darurat warga. (ri)

Loading

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter
Share on facebook
Share on pinterest
Share on print

Solverwp- WordPress Theme and Plugin