
SAMARINDA – Pemanfaatan tanaman nilam untuk memulihkan kesuburan lahan bekas tambang batu bara menjadi fokus penelitian Haryatie Sarie, akademisi Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda. Penelitian tersebut mendapat kesempatan untuk diajukan dalam topik riset internasional yang diterbitkan Frontiers, penerbit jurnal ilmiah internasional.
Haryatie diundang menyerahkan manuskrip lengkap untuk topik riset Next-Generation Agronomic Biofortification for Human Nutrition and Food Security. Topik ini berkaitan dengan pengembangan inovasi pertanian untuk mendukung pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.
Riset Haryatie berjudul “Interactive Effects of Patchouli Cover Cropping and Soil Amendments on Soil Fertility and Nutrient Cycling in Coal Post-Mining and Natural Lands”. Penelitian ini mengkaji pengaruh tanaman penutup berupa nilam (Pogostemon cablin) dan bahan pembenah tanah terhadap kesuburan serta siklus unsur hara di lahan bekas tambang batu bara dan lahan alami.
Pemilihan tanaman nilam sebagai tanaman penutup menjadi salah satu aspek yang menarik dari penelitian tersebut. Pendekatan ini diarahkan untuk mendukung pemulihan kualitas tanah pascatambang, terutama di wilayah seperti Kalimantan Timur yang memiliki aktivitas pertambangan batu bara.
Naskah tersebut ditujukan untuk topik riset yang dipublikasikan melalui dua jurnal, yakni Frontiers in Agronomy dan Frontiers in Soil Science. Kedua jurnal itu disebut terindeks Scopus kuartil pertama (Q1) dan Web of Science.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, batas akhir penyerahan manuskrip lengkap dijadwalkan pada 26 Februari 2027. Setelah diserahkan, naskah akan melalui proses penelaahan sejawat (peer review) oleh reviewer dan editor sebelum dapat diputuskan untuk diterbitkan secara terbuka (open access).
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi pemulihan lahan pascatambang melalui pendekatan pertanian berkelanjutan. Selain relevan bagi persoalan lingkungan di Kalimantan Timur, kajian tersebut juga bersinggungan dengan upaya menjaga produktivitas lahan dan mendukung ketahanan pangan. (*/rls/rich)
![]()