
SAMARINDA — Gangguan air bersih di Samarinda kali ini bukan hitungan jam, tapi hari. Bahkan hampir setengah bulan. Perumda Tirta Kencana mulai Kamis (16 April 2026) melakukan perbaikan Plat Settler 1 di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cendana 4—pekerjaan besar yang berdampak langsung ke ribuan pelanggan.
Perusahaan memperkirakan proses ini memakan waktu hingga 15 hari, atau sampai akhir April. Selama itu, warga harus bersiap menghadapi debit air yang turun drastis, tekanan yang tidak stabil, bahkan potensi air tidak mengalir di jam-jam tertentu.
Sebagai langkah darurat, Perumda mengalihkan suplai dari IPA Bendang. Tapi, skema ini belum tentu mampu menutup kebutuhan seluruh wilayah terdampak.
Yang bikin khawatir, detail pola distribusi selama masa perbaikan belum sepenuhnya dibuka. Artinya, warga di sejumlah zona bisa saja mengalami pemadaman air sewaktu-waktu tanpa jadwal pasti.
Wilayah terdampak mencakup kawasan padat dan jalur vital kota, diantaranya Jalan protokol, Cendana, Banggeris, MT Haryono, P. Antasari, Ir H Juanda, Kadrie Oening, M Yamin, hingga Martadinata, kemudian kawasan Jalur Reservoir Segiri, termasuk wilayah Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Gunung Kelua, Temindung Permai, Air Putih, dan Teluk Lerong Ilir.
Staf Humas Perumda Tirta Kencana, Taufik, menyebut perbaikan ini tak bisa ditunda karena menyangkut kualitas dan stabilitas produksi air. “Kami mohon maaf. Ini memang berdampak, tapi penting untuk jangka panjang,” ujarnya.
Di lapangan, dampaknya jelas terasa. Gangguan selama dua minggu bukan hal ringan—berisiko pada kebersihan lingkungan, aktivitas rumah tangga, hingga kesehatan warga, terutama di kawasan padat penduduk.
Warga diminta tidak menunggu kondisi memburuk. Menyimpan cadangan air sejak awal jadi langkah paling realistis, sekaligus menggunakan air sehemat mungkin selama masa perbaikan. Perumda membuka layanan pengaduan dan informasi melalui WhatsApp 0811-553-536 dan telepon 0541-2088100. (ri)
![]()