
SAMARINDA – Pelanggan air bersih di Kota Tepian menghadapi gangguan distribusi air bersih menyusul ditemukannya kerusakan serius pada infrastruktur pipa transmisi utama. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Samarinda mengonfirmasi adanya kebocoran yang memerlukan penanganan darurat, guna mencegah pemborosan air dan kerusakan infrastruktur lebih luas.
Kerusakan teknis ini terjadi pada pipa transmisi berdiameter 400 mm (DN 400) yang berlokasi tepat di bawah badan Jalan AW Syahranie. Kebocoran tersebut menyebabkan debit air bersih meluap ke permukaan aspal, yang tidak hanya menurunkan tekanan distribusi ke rumah-rumah pelanggan tetapi juga berpotensi menciptakan genangan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan di area komersial tersebut.
Taufik, Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, menyatakan proses perbaikan teknis dijadwalkan dimulai pada Jumat, 24 April 2026, pukul 14.30 WITA. “Kami memprioritaskan perbaikan ini karena pipa DN 400 merupakan jalur distribusi krusial bagi beberapa zona utama. Estimasi pengerjaan akan memakan waktu sekitar 1 x 24 jam namun tim teknis kami akan berupaya menyelesaikannya lebih cepat jika kondisi lapangan mendukung,” jelas Taufik dalam keterangan resminya.
Penghentian sementara aliran air ini berdampak luas pada kawasan pemukiman dan bisnis di sekitarnya. Wilayah yang dipastikan mengalami pengurangan debit air hingga penghentian total meliputi Jalan AW Syahranie, Jalan Wahid Hasyim 1, Jalan Kenyah, Jalan Ery Suparjan, Jalan Karya Baru dan sekitarnya.
Masyarakat diimbau untuk segera mengantisipasi hal ini dengan menampung cadangan air selama aliran masih tersedia sebelum pengerjaan dimulai sore ini. Secara teknis, insiden ini menggarisbawahi kerentanan infrastruktur bawah tanah Samarinda. Kebocoran pada pipa besar di kawasan padat sering kali dipicu faktor usia pipa yang sudah mencapai batas maksimal penggunaan serta tekanan eksternal dari beban kendaraan berat yang melintas secara konstan di atas jalur pipa transmisi. (ri)
![]()